Kisah dari Penulis

Featured

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Salam ukhwah buat pembaca budiman..

Penulis : ———–
Dia adalah sosok seorang yg terlahir dari keluarga yang sederhana, beranjak dari sebuah harapan mulia orang tua yg ingin melihat anak2nya sukses dalam dunia serta akhiratnya..
Dari semasa kecil pengawasan dan didikan orangtuanya tak lepas dari jalur syariat, mulai dari pendidikan formal atau non formal.
Hingga kemudia ia tercetak sebagai pribadi yg religius tp bisa menempatkan pd bnyaknya tantangan dari pengaruh modernisasi..
Masalah dan pengalaman membuat ia lbh dewasa dan penuh pertimbangan dalam sikap..
Walau terkadang harus direndahkan bahkan menentang pd opinion2 keluarganya yg tak berfikir panjang ketika buat keputusan..
Letih lelah bahkan harus mngeluarkan air mata tuk jalani liku-liku hidupnya..
Dia hanya berharap andai dari semua itu ada nilai pahala maka pahala itu diberikan pada orang tuanya sebagai rasa terimaksih telah memberikan yg terbaik buat ia hingga menjadikan sosok yg tegar dalam lalui hidup..
Karna saat ini hanya itu yg ia mampu ia lakukan tuk membalas segala pengorbanan ayah dan bunda.

**missing posting yach !!!
Laen waktu di sambung kembali dalam segmen yg sama..
Salam hormat buat pembaca budiman tetep istiqomah dalam kebaikan..

* Akhun Saka

Posted from WordPress for BlackBerry.

Doa Bunda

Featured

Doa ibu yang mendoakan anaknya seperti doa nabi kepada umatnya.Hal ini tercetus dalam hadist :”Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya.”
( HR. Ad Dailami ).

Ibu yang shaleh tidak menginginkan sesuatu untuk anaknya kecuali kebaikan.Tak putus-putusnya lisannya mendoakan anak-anaknya.Derita yang menimpanya tidak terasa, yang terpenting untuk dirinya adalah kebahagiaan anak-anaknya.Kita sering mendengar seorang ibu yang mengasihi anaknya yang sedang sakit berkata :”Ya Allah, pindah rasa sakit yang diderita anakku pada diriku saja.”

Profesor Doktor Shalih Al Ayid berkata tentang ibunya :”Sesungguhnya doa ibu tidak mungkin meleset, ibuku –semoga Allah merahmatinya — selalu ridha terhadap anak-anaknya dan sangat mencintai mereka.Oleh karena itu, ia selalu berdoa memohon kebaikan untuk mereka di setiap waktu, berdoa dengan hati yang bersih tanpa ada dendam dan kebencian.

Oleh karena itu, saya melihat dalam segala urusanku adalah hasil dari doa beliau secara nyata dan tidak ada keraguan sedikit pun.Berapa banyak pintu kebaikan terbuka untukku dengan tidak disangka-sangka dan berapa banyak tipu daya orang-orang yang hasad dan dengki menjadi runtuh karena karunia Allah disebabkan doa ibuku yang dikabulkannya.”

Semoga bermanfat
By Akhun

Selamat Hari Jadi Kota Bandar Lampung

Zaman Pra Kemerdekaan Indonesia

Wilayah Kota Bandar Lampung pada zaman kolonial Hindia Belanda termasuk wilayah Onder Afdeling Telokbetong yang dibentuk berdasarkan Staatsbalat 1912 Nomor : 462 yang terdiri dari Ibukota Telokbetong sendiri dan daerah-daerah disekitarnya. Sebelum tahun 1912, Ibukota Telokbetong ini meliputi juga Tanjungkarang yang terletak sekitar 5 km di sebelah utara Kota Telokbetong (Encyclopedie Van Nedderland Indie, D.C.STIBBE bagian IV).

Ibukota Onder Afdeling Telokbetong adalah Tanjungkarang, sementara Kota Telokbetong sendiri berkedudukan sebagai Ibukota Keresidenan Lampung. Kedua kota tersebut tidak termasuk ke dalam Marga Verband, melainkan berdiri sendiri dan dikepalai oleh seorang Asisten Demang yang tunduk kepada Hoof Van Plaatsleyk Bestuur selaku Kepala Onder Afdeling Telokbetong.

Pada zaman pendudukan Jepang, kota Tanjungkarang-Telokbetong dijadikan shi (Kota) dibawah pimpinan seorang shichō (bangsa Jepang) dan dibantu oleh seorang fukushichō (bangsa Indonesia).

Zaman Pasca Kemerdekaan Indonesia

Sejak zaman Kemerdekaan Republik Indonesia, Kota Tanjungkarang dan Kota Telokbetong menjadi bagian dari Kabupaten Lampung Selatan hingga diterbitkannnya Undang-Undang Nomor 22 tahun 1948 yang memisahkan kedua kota tersebut dari Kabupaten Lampung Selatan dan mulai diperkenalkan dengan istilah penyebutan Kota Tanjungkarang-Telukbetung.

Secara geografis, Telukbetung berada di selatan Tanjungkarang, karena itu di marka jalan, Telukbetung yang dijadikan patokan batas jarak ibukota provinsi. Telukbetung, Tanjungkarang dan Panjang (serta Kedaton) merupakan wilayah tahun 1984 digabung dalam satu kesatuan Kota Bandar Lampung, mengingat ketiganya sudah tidak ada batas pemisahan yang jelas.

Pada perkembangannya selanjutnya, status Kota Tanjungkarang dan Kota Telukbetung terus berubah dan mengalami beberapa kali perluasan hingga pada tahun 1965 setelah Keresidenan Lampung dinaikkan statusnya menjadi Provinsi Lampung (berdasarkan Undang-Undang Nomor : 18 tahun 1965), Kota Tanjungkarang-Telukbetung berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung dan sekaligus menjadi ibukota Provinsi Lampung.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 1983, Kotamadya Daerah Tingkat II Tanjungkarang-Telukbetung berubah menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung (Lembaran Negara tahun 1983 Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3254). Kemudian berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 43 tahun 1998 tentang perubahan tata naskah dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat II se-Indonesia yang kemudian ditindaklanjuti dengan Keputusan Walikota Bandar Lampung nomor 17 tahun 1999 terjadi perubahan penyebutan nama dari “Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandar Lampung” menjadi “Pemerintah Kota Bandar Lampung” dan tetap dipergunakan hingga saat ini.

Hari Jadi Kota Bandar Lampung

Hari jadi kota Bandar Lampung ditetapkan berdasarkan sumber sejarah yang berhasil dikumpulkan, -terdapat catatan bahwa berdasarkan laporan dari Residen Banten William Craft kepada Gubernur Jenderal Cornelis yang didasarkan pada keterangan Pangeran Aria Dipati Ningrat (Duta Kesultanan) yang disampaikan kepadanya tanggal 17 Juni 1682 antara lain berisikan: “Lampong Telokbetong di tepi laut adalah tempat kedudukan seorang Dipati Temenggung Nata Negara yang membawahi 3.000 orang” (Deghregistor yang dibuat dan dipelihara oleh pimpinan VOC halaman 777 dst.)-, dan hasil simposium Hari Jadi Kota Tanjungkarang-Telukbetung pada tanggal 18 November 1982 serta Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 1983 tanggal 26 Februari 1983 ditetapkan bahwa hari Jadi Kota Bandar Lampung adalah tanggal 17 Juni 1682.

Perubahan Jumlah Kecamatan

Dengan Undang-Undang No. 5 tahun 1975 dan Peraturan Pemerintah No. 3 tahun 1982 tentang perubahan wilayah, maka kota Bandar Lampung diperluas dengan pemekaran dari 4 kecamatan 30 kelurahan menjadi 9 kecamatan 58 kelurahan. Kemudian berdasarkan SK Gubernur No. G/185.B.111/Hk/1988 tanggal 6 Juli 1988 serta surat persetujuan Mendagri nomor 140/1799/PUOD tanggal 19 Mei 1987 tentang pemekaran kelurahan di wilayah kota Bandar Lampung, maka kota Bandar Lampung terdiri dari 9 kecamatan dan 84 kelurahan. Pada tahun 2001 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung No. 04, kota Bandar Lampung menjadi 13 kecamatan dengan 98 kelurahan.

Lalu, pada tanggal 17 September 2012 bertempat di Kelurahan Sukamaju, diresmikanlah kecamatan dan kelurahan baru di wilayah kota Bandar Lampung sebagai hasil pemekaran sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan. Kota Bandar Lampung menjadi 20 kecamatan dengan 126 kelurahan.[4] Adapun 7 kecamatan baru hasil pemekaran terdiri dari :

Kecamatan Labuhan Ratu pemekaran dari Kecamatan Kedaton.
Kecamatan Way Halim merupakan penyesuaian dari sebagian wilayah Kecamatan Sukarame dan Kedaton yang dipisah menjadi suatu kecamatan.
Kecamatan Kemiling pemekaran dari Kecamatan Tanjung karang barat.
Kecamatan Langkapura pemekaran dari Kecamatan Kemiling.
Kecamatan Enggal pemekaran dari Kecamatan Tanjungkarang Pusat.
Kecamatan Kedamaian pemekaran dari Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Kecamatan Telukbetung Timur pemekaran dari Kecamatan Telukbetung Barat.
Kecamatan Bumi Waras pemekaran dari Kecamatan Telukbetung Selatan.
Bandar Lampung and Surrounding Area

Seiring perkembangannya, kecepatan pertumbuhan penduduk melonjak cukup tinggi sejak lima tahun terakhir. Pertumbuhan bahkan mencapai 1,1 persen per tahun. Hal itu mulai memicu pertumbuhan kota ini ke arah barat hingga Gedong Tataan; ke timur hingga Tanjung Bintang dan Bergen; serta ke utara hingga Kecamatan Natar. Pada tahun 1986-1989, Ditjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum telah merancang konsep pengembangan Kota Bandar Lampung yang disebut Bandar Lampung and Surrounding Area (Blasa). Konsep ini meliputi Kecamatan Gedong Tataan, Natar, Tanjung Bintang, dan Katibung bagian utara.

~ “Semngat Berkarya Pemuda/i kota Bandar. Lampung”

Waspada Peredaran Narkoba Sudah Keperkampungan

Waspadai Peredaran Narkoba sudah Merambah ke Perkampungan
Bandarlampung (Lampost.co): Badan Narkotika Nasional Provinsi Lampung mengingatkan semua pihak di daerah ini untuk mewaspadai peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang ditengarai telah merambah ke perkampungan secara merata di seluruh wilayah Lampung.

“Hampir semua wilayah di Lampung telah merata terjadi peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga patut diwaspadai semua pihak bersama-sama memberantasnya, bukan hanya tugas aparat kepolisian dan BNN provinsi semata,” kata Kompol Abdul Haris W., Kepala Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Lampung, dalam dialog tentang Pemberantasan Narkoba di Lampung
yang disiarkan RRI Pro-1 di Bandarlampung, Jumat.

Dalam dialog dipandu presenter RRI Bandarlampung Thohir Saleh dengan pembahas redaktur LKBN Antara Lampung itu, Kompol Haris menyebutkan, dari 15 kabupaten dan kota di Lampung, hanya di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir Barat yang peredaran dan penyalahgunaan narkoba lebih rendah dibandingkan daerah lainnya di seluruh Lampung.

Oleh karena itu, aparat kepolisian bersama BNN setempat perlu dukungan aparat desa dan masyarakat untuk dapat memberantas peredaran dan penyalagunaan narkoba. “Salah satu tempat yang ditengarai selalu terjadi penyalahgunaan dan peredaran narkoba adalah pentas organ tunggal di kampung-kampung, termasuk di perkotaan di Lampung,” ujarnya.

Diduga peredaran dan penyalagunaan narkoba itu lebih marak terjadi di daerah yang relatif jauh dari pengawasan aparat penegak hukum, kata Haris. BNN Lampung bersama aparat kepolisian bekerja sama dengan para kepala desa dan ulama daerah ini untuk menyampaikan kewaspadaan dan ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

“Kami mengimbau para kepala desa setiap kali berbicara dalam pertemuan dengan masyarakat dapat mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba itu. Begitu pula, para ulama dan penceramah di masjid-masjid maupun tempat ibadah lainnya dapat melakukan hal serupa agar kewaspadaan semua pihak menjadi terbangun dengan baik,” katanya.

Dia juga mengingatkan agar mereka yang melihat, mendengar, dan mengetahui adanya peredaran dan penyalagunaan narkoba di sekitarnya, dapat segera melaporkan hal tersebut kepada aparat berwenang.

“Bagi pihak yang mengetahui adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba tetapi mendiamkannya saja, dapat diancam hukuman pidana,” ujar dia. Bagi masyarakat Lampung yang ingin melaporkan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitarnya dapat menghubungi call center BNN Provinsi Lampung melalui nomor HP 081369350035 atau dapat menghubungi Kompol Abdul Haris di nomor HP 082175603777. (ANT/L-4)

*mohon kerjasama nya smua pihak dalam mengatasi masalah ini.. ##jangan hancurkan kaulamuda negeri ini…

*by akhun

Definisi Perkawinan

Pernikahan dalam Islam merupakan fitrah manusia agar seorang muslim dapat memikul amanat tanggung jawabnya yang paling besar dalam dirinya terhadap orang yang paling berhak mendapat pendidikan dan pemeliharaan. Pernikahan memiliki manfaat yang paling besar terhadap kepentingan-kepentingan sosial lainnya. Kepentingan sosial itu adalah memelihara kelangsungan jenis manusia, memelihara keturunan, menjaga keselamatan masyarakat dari segala macam penyakit yang dapat membahayakan kehidupan manusia serta menjaga ketenteraman jiwa.

Pernikahan memiliki tujuan yang sangat mulia yaitu membentuk suatu keluarga yang bahagia, kekal abadi berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai dengan rumusan yang terkandung dalam Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 1 bahwa: “Perkawinan merupakan ikatan lahir dan batin antara seorang wanita dengan seorang pria sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Sesuai dengan rumusan itu, pernikahan tidak cukup dengan ikatan lahir atau batin saja tetapi harus kedua-duanya. Dengan adanya ikatan lahir dan batin inilah perkawinan merupakan satu perbuatan hukum di samping perbuatan keagamaan. Sebagai perbuatan hukum karena perbuatan itu menimbulkan akibat-akibat hukum baik berupa hak atau kewajiban bagi keduanya, sedangkan sebagai akibat perbuatan keagamaan karena dalam pelaksanaannya selalu dikaitkan dengan ajaran-ajaran dari masing-masing agama dan kepercayaan yang sejak dahulu sudah memberi aturan-aturan bagaimana perkawinan itu harus dilaksanakan.

Dari segi agama Islam, syarat sah pernikahan penting sekali terutama untuk menentukan sejak kapan sepasang pria dan wanita itu dihalalkan melakukan hubungan seksual sehingga terbebas dari perzinaan. Zina merupakan perbuatan yang sangat kotor dan dapat merusak kehidupan manusia. Dalam agama Islam, zina adalah perbuatan dosa besar yang bukan saja menjadi urusan pribadi yang bersangkutan dengan Tuhan, tetapi termasuk pelanggaran hukum dan wajib memberi sanksi-sanksi terhadap yang melakukannya. Di Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, maka hukum Islam sangat memengaruhi sikap moral dan kesadaran hukum masyarakatnya.

Agama Islam menggunakan tradisi perkawinan yang sederhana, dengan tujuan agar seseorang tidak terjebak atau terjerumus ke dalam perzinaan. Tata cara yang sederhana itu nampaknya sejalan dengan Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 pasal 2 ayat 1 yang berbunyi: “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya.” Dari pasal tersebut sepertinya memberi peluang-peluang bagi anasir-anasir hukum adat untuk mengikuti dan bahkan berpadu dengan hukum Islam dalam perkawinan. Selain itu disebabkan oleh kesadaran masyarakatnya yang menghendaki demikian. Salah satu tata cara perkawinan adat yang masih kelihatan sampai saat ini adalah perkawinan yang tidak dicatatkan pada pejabat yang berwenang atau disebut nikah siri. Perkawinan ini hanya dilaksanakan di depan penghulu atau ahli agama dengan memenuhi syariat Islam sehingga perkawinan ini tidak sampai dicatatkan di kantor yang berwenang untuk itu.

Perkawinan sudah sah apabila telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan. Adapun yang termasuk dalam rukun perkawinan adalah sebagai berikut:

Pihak-pihak yang melaksanakan akad nikah yaitu mempelai pria dan wanita.
Adanya akad (sighat) yaitu perkataan dari pihak wali perempuan atau wakilnya (ijab) dan diterima oleh pihak laki-laki atau wakilnya (kabul).
Adanya wali dari calon istri.
Adanya dua orang saksi.
Apabila salah satu syarat itu tidak dipenuhi maka perkawinan tersebut dianggap tidak sah, dan dianggap tidak pernah ada perkawinan. Oleh karena itu diharamkan baginya yang tidak memenuhi rukun tersebut untuk mengadakan hubungan seksual maupun segala larangan agama dalam pergaulan. Dengan demikian apabila keempat rukun itu sudah terpenuhi maka perkawinan yang dilakukan sudah dianggap sah.

Perkawinan di atas menurut hukum Islam sudah dianggap sah, apabila perkawinan tersebut dihubungkan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 pasal 2 ayat 2 tahun 1974 tentang perkawinan itu berbunyi: “Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.” Dipertegas dalam dalam undang-undang yang sama pada pasal 7 ayat 1 yang menyatakan bahwa perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai usia 19 tahun dan pihak wanita telah mencapai usia 16 tahun. Jika masih belum cukup umur, pada pasal 7 ayat 2 menjelaskan bahwa perkawinan dapat disahkan dengan meminta dispensasi kepada pengadilan atau pejabat lain yang diminta oleh kedua orang tua pihak pria atau pihak wanita..

*Selamat menunaikan ibadah nikah

*by Akhun

Lampung dan Objek wisatanya

Propinsi Lampung pertama kalinya di resmikan menjadi salah satu propinsi dari Indonesia yang terletak di pulau Sumatera pada tanggal 18 Maret 1964 dengan ditetapkannya sebuah Peraturan Pemerintah Nomor 3/1964 yang kemudian menjadi salah satu Undang-undang Nomor 14 tahun 1964. Sebelum di resmikannya sebagai sebuah propinsi, Lampung merupakan sebuah Karesidenan yang tergabung dengan Propinsi Sumatera Selatan.
Jenis tempat Wisata yang dapat dikunjungi di propinsi Lampung adalah Wisata Budaya yang ada di beberapa Kampung Tua yang terletak di Batu Brak, Sukau, Liwa, Kembahang, Kenali, Ranau dan Krui di Lampung Barat serta Festival Sekura yang hanya diadakan dalam seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri di Lampung Barat, Festival Krakatau di Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat, Festival Way Kambas di Lampung Timur.

Peta Propinsi Lampung
Daftar lengkap nama objek tempat wisata yang ada di propinsi lampung sebagai berikut :

Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Barat
Terpadu Lumbok Ranau (Seminung Lumbok Resort)
Wisata Paralayang
Wisata Alam Pekon Hujung
Wisata Alam Kubu Perahu
Desa Wisata Lumbok
Danau Suoh
Arung Jeram Sungai Way Besai
Pantai Tanjung Setia
Pantai Labuhan Jukung
Pantai labuhan jukung
Pesisir Selatan
Pantai Way Jambu
Pantai Way Sindi
Pantai Suka Negara
Pantai Way Haru
Situs megalitik di Pekon Purajaya
Rumah tradisional di Desa Sukadana
Petilasan Patih Gajah Mada di Kecamatan Lemong
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Selatan
Air Terjun Way Peros – Desa Pematang
Goa Maja: Desa Maja Kecamatan Kind
Pantai Air Panas – Desa Air Panas
Pantai Bagus – Desa Merak Belatung Kalianda
Pantai Guci Batu Kapal – Desa Maja
Pantai Kresna – Kecamatan Kalianda
Pantai Marina – Kecamatan Kalianda
Pantai Merak Belatung – Dusun Muing, Merak Belatung
Pantai Sapenan – Desa Merak Belatung
Pantai Tanjung Beo – Desa Merak Belatung
Pantai Way Urang – Desa Way Urang Kecamatan Kalianda
Pantai Sebalang / Wisata Bahari Saburai – Dusun Sebalang Desa Tarahan
Pantai Tarahan / Tanjung Selaki – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
Pulau Pasir – Desa Rangai Kecamatan Ketibung
Pantai Tarahan – Desa Tarahan Kecamatan Ketibung
Pantai Alami – Desa Rugu Asem Ketapang
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Tengah
Air Terjun Curug Tujuh Yang Terletak di Kecamatan Padang Ratu
Danau Bekri terletak di kecamatan Seputih Mataram
Taman rekreasi Tirta Gangga terletak di Kecamatan Seputih banyak
Gua Maria terletak di kecamatan Seputih Mataram
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Timur
Pusat Latihan Gajah (PLG) – Karangsari
Bumi perkemahan – Way Kambas
Penangkaran Badak Sumatera – Way kanan
Rawa kali Biru – Way kanan
Rawa Gajah – Way kanan
Kuala Kambas – Way kanan
Situs Purbakala Pugung Raharjo – Kecamatan Sekampung Udik
Desa Tradisional Wana – Kecamatan Melinting
Taman Agro Wisata – Kecamatan Pekalongan
Danau Way Jepara – Kecamatan Way Jepara
Danau Way Kawat – Kecamatan Sukadana
Pesanggrahan Way Curup – Kecamatan Mataram Baru
Wisata Magrove – Kecamatan Labuhan Maringgai
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Lampung Utara
Air terjun Curup Paten – Kec. Bukit Kemuning
Taman Wisata Bendungan Way Rarem – Kec. Abung pekurun
Way Tebabeng – Kec. Abung Selatan
Bendungan Tirta Shinta – Kotabumi Selatan
Kermat Semul Asem – Kotabumi Ilir
Minak Trio Deso – Bukit Kemuning
Curup Selampung – Ogan Lima
Curup Kelawas Indah – Kec Abung Tengah
Curup Ateng – Bukit Kemuning
Taman Olah Seni – Jln. Jendral Sudirman No. 113
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran
Pantai Cuku Upas – Desa Gebang, Padang Cermin
Pantai Sekar Wana – Sukajaya lempasing, Padang cermin
THR Ringgung (akses ke pulau tegal) – Sidodadi, Padang Cermin
Pantai Mutun (akses ke pulau tangkil) – Sukajaya Lempasing, Padang Cermin
Pantai Kelapa Rapet – Desa Gebang, padang Cermin
Air Terjun Kembar – Wates Way Ratai, Padang Cermin
Air Terjun Ciupang (Muara) –  Wates Way Ratai, Padang Cermin
Air Terjun Gunung Minggu – Desa Hurun, Padang Cermin
Air Terjun Abah Uban – Desa hurun, Padang Cermin
Tahura wan Abdurrahman – Padang Cermin
Pulau Umang umang – Padang Cermin
Pulau Tangkil – Padang Cermin
Pulau Seserot – Padang Cermin
Pulau Pahawang Lunik – Padang Cermin
Pulau Tegal – Padang Cermin
Pulau Maitem – Gebang Padang Cermin
Pulau Pahawang – Punduh Pidada
Pantai Pancur Permai – Sukarame, Punduh Pidada
Pulau Legundi – Punduh Pidada
Pulau Balak – Pagar Jaya, Punduh Pidada
Lunik Resort – Punduh Pidada
Air Terjun Gunung Tanjung – Margidadi, Punduh Pidada
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Piring Sewu
Kolam Renang Grojogan Sewu
Kolam Pemancingan Sembilan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tanggamus
Wisata Pantai Terbaya
Gisting dan Kawasan Batu keramat
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Tulang Bawang
River Tour di Sungai Tulang Bawang
Perkampungan di atas air di kuala Teladas
Areal Konservasi rawa Pitu yang unik dengan keberadaan burung-burung yang bermigrasi antar benua
Rawa Pacing
Daftar nama objek wisata yang ada di Kabupaten Way Kanan
Curup Putri Malu – Desa Juku Batu Kec. Banjit
Curup Bukit Duduk – Desa Juku batu Kec. Banjit
Curup Bangsa – Kota Wai Kec. Kasui
Sumber Air Panas – Kayu Batu Kec. Gunung Labuhan dan Bukit Gemuruh Kecamatan Way Tuba
Agro Wisata Perkebunan – Talang Mangga Kec. kasui dan Gedung Batin Kec. Blambangan Umpu
Wisata Perburuan – Kec. Blambangan Umpu
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Bandar Lampung
Pantai Duta Wisata – Jl.RE. Marthadinata
Pantai Tirtayasa – Jl. RE. Marthadinata
Pantai Puri Gading – Jl. RE. Marthadinata
Taman Wisata Bumi Kedatun – Jl. Wan Abdurahman
Wisata Alam Batu Putu – Jl. Wan Abdurahman
Taman Kupu-kupu – Jl. Wan Abdurahman
Taman Dipangga – Jl. WR. Supratman
Nuwo Olok Gading – Jl. Basuki Rahmat
Taman Hutan Kota – Jl. Soekarno Hatta
Lembah HIjau – Jl. Wan Abdurahman
Daftar nama objek wisata yang ada di Kota Metro
Waduk Dam Raman – sebelah utara kota metro yang selalu ramai di kunjungi wisatawan

Daftar Nama Objek Tempat Wisata Air Terjun Alam / Bahari yang ada di Lampung
Air Terjun Bahuga – Way Kanan
Air Terjun Batu Putu Sukadanaham – Bandar Lampung
Air Terjun Cijantung dan Cikawat – Pesawaran
Air Terjun Hurun – Pesawaran
Air Terjun Jeram Semaka – Tanggamus
Air Terjun Putri Malu – Way Kanan
Air Terjun Semarang – Way Kanan
Air Terjun Sepapah Kiri dan Kanan – Lampung Barat
Air Terjun Sinar Tiga – Lampung Selatan
Air Terjun Tambak Jaya – Lampung Barat
Air Terjun Way Lalaan – Tanggamus
Air Terjun Way Ngeluk
Air Terjun Way Sabu -Lampung Selatan
Air Terjun Way Sepuga – Lampung Barat
Air Terjun Wiyono – Pesawaran
Curup Gangsa – Lampung Utara
Curup Indah Klawas – Lampung Utara
Curup Paten – Lampung Utara
Curup Selampung – Lampung Utara
Curup Tujuh – Lampung Tengah
Air Terjun Curup Indah Klawas.
Air Terjun Curup Selampung
Air Terjun Curup Gangsa
Air Terjun Curup Merai – Desa Tanjung Riang Kecamatan Tanjung Raja.
Air Terjun Curup Fajar – Desa Sukamenanti Kecamatan Bukit Kemuning.
Air Terjun Bumi Harjo – Desa Bumi Harjo Kecamatan Bahuga.
Air Terjun Sinar Tiga – Kecamatan Padang Cermin Lampung Selatan.
Air Terjun Talang Rabun – Desa Talang Rabun
Air Terjun Penyarian – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
Air Terjun Tanah Longsor – Padang Cermin 40 km dari Bandar Lampung.
Air Terjun Way Sabu – Kecamatan Padang Cermin, ( Desa Padang Cermin )
Air Terjun Siamang (Abah Bewok)
Air Terjun Gunung Tanjung
Air Terjun Talang Teluk
Air Terjun Curug Water – Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa
Air Terjun Guyuran – Desa Jondong Kecamatan Rajabasa
Air Terjun Tanjung Heran – Atas hutan lindung dan di belakang desa
Air Terjun Way Awi – Desa padang awi ( Ulu Padang Ratu )
Air Terjun Wiyono – Desa Wiyono Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran
Air Terjun Kupu Jambu
Air Terjun Batu Perahu

“By Akhun”

OBJEK WISATA DI LAMPUNG

Daftar Nama Objek Tempat Wisata yang ada di Propinsi Lampung Secara Keseluruhan
Pasir Putih di Lampung Selatan
Merak Belatung di Lampung Selatan
Wai Lalaan di Tanggamus
Waduk Batu Tegi di Tanggamus
Pantai Marina di Lampung Selatan
Pantai Mutun di Lampung Selatan
Pantai Duta di Lampung Selatan
Taman Purbakala Pugung Raharjo di Lampung Timur
Danau Ranau di Lampung Barat
Teluk Semangka di Tanggamus
Way Kambas di Lampung Timur
Musium Lampung di Bandar  Lampung
Bendungan Way Jepara di Lampung Timur
Kalianda Resort di Lampung Selatan
Makam Raden Intan di Lampung Selatan
Way Belerang di Lampung Selatan
Pulau Cantik di Lampung Selatan
Bendungan Way Ramem di Lampung Utara
Air Terjun Putri Malu di Lampung Selatan
Lembah Hijau di Bandar Lampung
Tabek Indah di Bandar Lampung
Menara Siger di Lampung Selatan
Gunung Krakatau di Lampung Selatan
Gunung Seminung  di Lampung Barat
Hutan Monyet di Bandar Lampung
Bumi Kedaton di Bandar Lampung
Makam Pahlawan di Bandar Lampung
Pemandian Air Panas di Bandar Lampung
Pulau Tangkil di Lampung Selatan
Kelapa Rapat di Lampung Selatan
Pantai Selaki di Lampung Selatan
Way Lima di Pesawaran
Kali Akar di Bandar Lampung
Gunung Raja Basa di Lampung Selatan
Pantai Puri Gading di Lampung Selatan
Bendungan Batu Tegi di Tanggamus

*Selamat berlibur…

#Akhun

Manakah yang didahulukan antara Haji dan Umroh?

Haji dan Umroh
Manakah yang lebih dulu?

Pertanyaan ini maksudnya bukan, “Kalau kita punya uang, maka yang lebih didahulukan megerjakan ibadah haji atau umroh?” bukan seperti itu, kalau hanya pertanyaan itu yang dimaksud tentu ,mudah jawabnya, yaitu haji terlebih dahulu karena haji itu wajib sementara umroh itu sunnah. Namun kalau uangnya tidak cukup, boleh saja melakukan umroh terlebih dahulu untuk menjajaki. Siapa tahu Allah memberikan rezeki kemudian untuk menunaikan ibadah haji.

Dalam pengertian haji dan umroh sebenarnya di dalam ibadah haji terdapat ibadah umroh. Jadi, pertanyaan di atas maksudnya, apakah umroh dilakukan sebelum wukuf, setelah wukuf atau bersama-sama. Ketiganya disyariatkan di dalam Islam. Dalam fiqih kita mengenal jenis haji ada tiga yaitu haji Tamattu’, Ifrad, dan Qiran.

 Haji Tamattu adalah haji di mana seseorang melakukan ihram umroh terlebih dahulu sebelum melakukan ihram untuk haji. Bagi jamaah haji Indonesia yang jadwal kedatangannya awal biasa melaksanakan haji tamattu’, yaitu ketika datang ke Mekkah, melaksanakan ihram dam melafadzhkan niat umroh.

“Labbaika Allahmma ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Umroh.”

Sebelumya disarankan untuk mandi dam berwudhu ketika berpakaian ihram. Kemuadian shalat sunnah dua rakaaat, baru melakukan niat di miqat (tempat) yang telah ditentukan. Kemudian setelah melaksanakan thawaf dan sa’i lalu meggunting rambut, calon jamaah haji melakukan kegiatan seperti biasa dengan tidak menenakan kain ihram. Maka pada tanggal 8 Dzulhijjah dilanjutkan dengan berniat haji.

“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”

Niat tersebut disunnahkan untuk dilafadzhkan sebagai mana dilakukan oleh Rosulullah dan para sahabat.

 Sedangkan haji Ifrad  ialah mendahulukan ihram untuk haji sebelum ihram untuk ibadah umroh, dengan mengucapkan niat,

“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”

Selesai melakukan ibadah haji, setelah tahallul tsani (kedua) dilanjutkan degan ihram umroh dari miqat terdekat (Tan’im, Ji’ranah dan lain-lain) dengan melafadzhkan niat:

“Labbaika Allahmma ‘umrotan.    .”

Pada zaman Nabi SAW haji Ifrad dilakukan oleh orang yang membawa hewan qurnan dari negerinya. Bagi jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci mendekati hari H, yaitu kurang lebih 5 hari sebelum wukuf di Arafah, haji Ifrad biasa dilakukan.

Sedangkan  Haji Qiran adalah melakukan ihram haji dan umroh sekaligus dengan ucapan niat sebagai berikut,

“Labbaika Allahmma hajjan wa ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Beribadah haji dan Umroh.”

Bagi mereka yang melakukan haji tamattu’ atau haji Qiran wajib membayar dam dengan menyembelih seekor domba di Mina. Haji Qiran ini dipilih oleh jamaah yang karena suatu hal tidak dapat melaksanakan umroh sebelum dan sesudah hajinya, biasanya karena waktu tinggal di Tanah Suci yang terbatas.

Dengan demikian kita tidak perlu bingung. Jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci periode awal atau tengah biasanya melakukan haji Tamattu’ yaitu melaksanakan umroh terlebih dahulu baru haji. Bagi mereka yang datang mepet waktu haji maka mereka berhaji terlebih dahulu dan kemudian baru umroh (haji Ifrad) atau melakukan niatnya bersamaan (haji Qiran).

Semoga bermanfaat
*Akhun

By Ridwan Ahnadi