Manakah yang didahulukan antara Haji dan Umroh?

Haji dan Umroh
Manakah yang lebih dulu?

Pertanyaan ini maksudnya bukan, “Kalau kita punya uang, maka yang lebih didahulukan megerjakan ibadah haji atau umroh?” bukan seperti itu, kalau hanya pertanyaan itu yang dimaksud tentu ,mudah jawabnya, yaitu haji terlebih dahulu karena haji itu wajib sementara umroh itu sunnah. Namun kalau uangnya tidak cukup, boleh saja melakukan umroh terlebih dahulu untuk menjajaki. Siapa tahu Allah memberikan rezeki kemudian untuk menunaikan ibadah haji.

Dalam pengertian haji dan umroh sebenarnya di dalam ibadah haji terdapat ibadah umroh. Jadi, pertanyaan di atas maksudnya, apakah umroh dilakukan sebelum wukuf, setelah wukuf atau bersama-sama. Ketiganya disyariatkan di dalam Islam. Dalam fiqih kita mengenal jenis haji ada tiga yaitu haji Tamattu’, Ifrad, dan Qiran.

 Haji Tamattu adalah haji di mana seseorang melakukan ihram umroh terlebih dahulu sebelum melakukan ihram untuk haji. Bagi jamaah haji Indonesia yang jadwal kedatangannya awal biasa melaksanakan haji tamattu’, yaitu ketika datang ke Mekkah, melaksanakan ihram dam melafadzhkan niat umroh.

“Labbaika Allahmma ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Umroh.”

Sebelumya disarankan untuk mandi dam berwudhu ketika berpakaian ihram. Kemuadian shalat sunnah dua rakaaat, baru melakukan niat di miqat (tempat) yang telah ditentukan. Kemudian setelah melaksanakan thawaf dan sa’i lalu meggunting rambut, calon jamaah haji melakukan kegiatan seperti biasa dengan tidak menenakan kain ihram. Maka pada tanggal 8 Dzulhijjah dilanjutkan dengan berniat haji.

“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”

Niat tersebut disunnahkan untuk dilafadzhkan sebagai mana dilakukan oleh Rosulullah dan para sahabat.

 Sedangkan haji Ifrad  ialah mendahulukan ihram untuk haji sebelum ihram untuk ibadah umroh, dengan mengucapkan niat,

“Labbaika allahumma hajjan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk ibadah haji.”

Selesai melakukan ibadah haji, setelah tahallul tsani (kedua) dilanjutkan degan ihram umroh dari miqat terdekat (Tan’im, Ji’ranah dan lain-lain) dengan melafadzhkan niat:

“Labbaika Allahmma ‘umrotan.    .”

Pada zaman Nabi SAW haji Ifrad dilakukan oleh orang yang membawa hewan qurnan dari negerinya. Bagi jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci mendekati hari H, yaitu kurang lebih 5 hari sebelum wukuf di Arafah, haji Ifrad biasa dilakukan.

Sedangkan  Haji Qiran adalah melakukan ihram haji dan umroh sekaligus dengan ucapan niat sebagai berikut,

“Labbaika Allahmma hajjan wa ‘umrotan. Ya Allah aku datang memenuhi panggilan-Mu untuk Beribadah haji dan Umroh.”

Bagi mereka yang melakukan haji tamattu’ atau haji Qiran wajib membayar dam dengan menyembelih seekor domba di Mina. Haji Qiran ini dipilih oleh jamaah yang karena suatu hal tidak dapat melaksanakan umroh sebelum dan sesudah hajinya, biasanya karena waktu tinggal di Tanah Suci yang terbatas.

Dengan demikian kita tidak perlu bingung. Jamaah haji Indonesia yang datang ke Tanah Suci periode awal atau tengah biasanya melakukan haji Tamattu’ yaitu melaksanakan umroh terlebih dahulu baru haji. Bagi mereka yang datang mepet waktu haji maka mereka berhaji terlebih dahulu dan kemudian baru umroh (haji Ifrad) atau melakukan niatnya bersamaan (haji Qiran).

Semoga bermanfaat
*Akhun

By Ridwan Ahnadi

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s